Ubur-ubur Danau Kakaban
Danau, Hidden Paradise, Kalimantan, Snorkeling, Travel

Terpesona Keajaiban Ubur-ubur Danau Kakaban

Siapa yang berani berenang bersama jutaan ubur-ubur? Saya! Yep, sebenarnya semua orang pasti akan berani berenang dengannya asalkan saja ubur-ubur itu adalah ubur-ubur Danau Kakaban. Makhluk unik dan lucu ini tidak mempunyai sengat, sehingga aman bagi orang yang mau mengenal lebih dekat dengannya.

Tiga tahun lalu saya sudah mengunjungi danau serupa di Kepulauan Togean, yakni Danau Mariona. Puji Tuhan, saya berkesempatan lagi bertemu dengan ubur-ubur menggemaskan di Derawan!

Pintu Masuk Danau Kakaban
Pintu Masuk Danau Kakaban

Danau unik ini terletak di tengah sebuah pulau yang bernama Kakaban. Ya, bisa dibilang pulau  ini ada karena ada danau di tengahnya. Pulau Kakaban sendiri termasuk dalam Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Letaknya yang berada di tengah lautan luas dan jauh dari kota besar menjadikan Pulau Kakaban bak sebuah surga yang tersembunyi. Dari Pulau Maratua, saya harus menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 30 menit. Sebenarnya bisa lebih singkat, tetapi pada waktu itu gelombang sedang besar, jadi speedboat tidak bisa melaju dengan kecepatan penuh.

Mendung di Danau Kakaban
Mendung di Danau Kakaban

Gelombang tinggi sedikit mengocok perut saya, untung saja tidak berapa lama saya sudah sampai di dermaga Pulau Kakaban. Sejak sampai di dermaga itulah saya langsung jatuh cinta dengan pulau ini, dalam sekejap perut yang sedikit mual jadi sehat kembali. Bagaimana tidak, sepanjang dermaga hingga ke daratan terhampar luas terumbu karang yang dapat dilihat dari atas jembatan. Sudah tentu airnya sangat jernih sehingga saya bisa melihatnya. Walaupun tujuannya adalah snorkeling di danau, tiba-tiba saya jadi ingin segera nyebur ke laut!

Untuk mencapai danau, saya harus mendaki dan jalan melalui jembatan kayu kira-kira 50 meter hingga masuk ke danau. Pada saat itu cuaca sedang mendung dan gerimis, awan berwarna hitam pekat menjadikan danau bernuansa gelap dan sedikit seram. Saya sempat takut untuk turun ke danau. Ditambah waktu itu hanya kami lah pengunjung yang mau snorkeling di danau.

Kejernihan Danau Kakaban
Kejernihan Danau Kakaban

Tapi, begitu sang pemandu turun ke air, saya juga memberanikan diri mengikutinya. Air danau saat itu hangat, berbeda dengan udara di luar yang sedang dingin. Visibilitas air lumayan jernih, hal ini karena pada saat itu tidak banyak orang yang berenang, atau mungkin danau ini masih bersih dari air seni para wisatawan yang kurang beradab.

Meskipun saya sudah pernah sebelumnya berenang di danau ubur-ubur, rasa takut ini secara natural muncul. Pertama-tama berenang saya tidak berani jauh-jauh dari dermaga. Melihat ke dalam danau seperti merasa nanti tiba-tiba ada monster yang siap melahap dari bawah.

Ubur-ubur yang ribuan jumlahnya berenang bebas ke sana kemari. Sebagian besar berwarna orange dan sebagian kecil ada yang berwarna putih. Gerakannya lucu, anggun, bak penari yang sangat menghayati tariannya. Saya suka sekali memperhatikan salah satu ubut-ubur yang berenang tepat di depan muka saya.

Dari atas permukaan, dasar danau hanya terlihat penuh oleh ganggang atau sejenis rumput laut. Saya penasaran ingin melihat lebih dekat, ada apa di dasar danau? Ketika saya mencapai dasar danau, suhu air berubah menjadi lebih dingin. Saya terkejut, ternyata di dasar danau banyak sekali ubur-ubur yang terbalik! Yup, mereka ternyata sedang tidur dengan posisi tubuh terbalik. Unik sekali, saya baru tahu ubur-ubur juga perlu tidur dan tidurnya dalam posisi terbalik.

Ubur-ubur Danau Kakaban
Ubur-ubur Danau Kakaban

Terkadang saya berpikir, apakah ubur-ubur pernah bosan bergerak ke atas dan ke bawah? Pertanyaan yang sangat lucu, seperti ubur-ubur Danau Kakaban. Pertanyaan yang sebenarnya sudah terjawab di dasar danau.

Tentu saya tidak lupa untuk menangkap momen langka ini. Semakin jauh ke dalam danau, saya menemukan lebih banyak lagi ubur-ubur. Rasa takut yang ada semula jadi hilang begitu saja. Sampai pada akhirnya sebelum saya mencapai satu kumpulan pohon mangrove, sang pemandu mengejar saya, katanya jangan main sendirian, takut ada yang menculik!

Ikan Kecil di Danau Kakaban
Ikan Kecil di Danau Kakaban

Ternyata bukan hanya ubur-ubur saja yang mendiami Danau Kakaban, ada juga ikan-ikan kecil dan juga ular! Jangan takut dulu, kata pemandu saya ular tidak akan mendekati manusia. Makanya harus berenang dekat dengan pemandu atau dermaga, jangan berenang dekat dengan pohon bakau dan pergi sendiri, karena ‘sendiri’ itu menggenaskan, OK.

Ubur-ubur Danau Kakaban
Ubur-ubur Danau Kakaban

Karena populasi ubur-ubur di danau ini sangatlah padat, tidak diperbolehkan berenang menggunakan fin atau sepatu katak karena dapat melukai ubur-ubur yang lunak. Lalu hal yang paling penting, ubur-ubur tidak boleh menjadi objek mainan dengan cara dipegang, diremas, apalagi dibawa pulang! Apalagi dengan hati ini, janganlah dimain-mainin.

Danau Kakaban
Danau Kakaban

Air yang hangat serta suasana mendung dan sejuk membuat saya betah sekali berada di dalam danau. Tak terasa saya sudah berenang selama dua jam! Tapi semuanya ada waktunya dan inilah saatnya untuk berpisah dengan ubur-ubur cantik dan Danau Kakaban yang sangat ajaib nan indah.

Saya berharap Kakaban tetap lestari hingga selamanya. Keajaibannya janganlah pudar dimakan waktu. Kita, sebagai warga negara yang baik harus menjaga alam Indonesia.

-The Spiffy Traveller- 

Let’s Explore the Beauty of indonesia!

8 thoughts on “Terpesona Keajaiban Ubur-ubur Danau Kakaban”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s