Bali, Travel

Bersantai di Hutan Mangrove Suwung Bali

Cerita tentang jalan-jalan ke Bali biasanya penuh dengan keasikan main di pantai pasir putih dengan laut biru yang cantik atau keseruan ekplorasi keunikan budaya Bali. Tapi, banyak dari tempat-tempat wisata tersebut sudah ramai oleh pengunjung. Tentu kalau terlalu ramai jadi tidak bisa menikmati suasana dengan nyaman.

Nah, tahun lalu setelah kelulusan saya di universitas, saya berkesempatan untuk refreshing sejenak ke Bali karena kepala saya penat dan pusing akibat terlalu banyak diperas oleh skripsi!

Kebetulan saya menginap di dekat Kuta yang notabene merupakan pusat keramaian di Pulau Bali. Tentu akan susah untuk mencari tempat asik yang tenang untuk bersantai melepas penat. Pantai Kuta tentu ramai, Jimbaran, Seminyak, Nusa Dua, Sanur semuanya pasti penuh wisatawan. Setelah mencari-cari di Google, akhirnya saya dapat satu lokasi yang sepertinya cukup menjajikan buat saya. Yup, itulah hutan mangrove yang berada di kawasan Teluk Benoa.

Jarak dari Kuta ternyata tidak terlalu jauh, saya putuskan untuk naik taksi online karena saya pergi bersama adik saya dan temannya. Keputusan saya naik taksi tepat, karena setelah sampai di kawasan hutan mangrove, ternyata lokasi pintu masuk dengan jalan raya sangat jauh jika berjalan kaki.

Sesampainya di sana suasana berganti dari hiruk pikuk kota menjadi suasana yang damai dan tenang. Waktu itu sepi sekali, hanya ada satu keluarga bule yang tampaknya sudah selesai jalan-jalan. Saya pun langsung nyelonong masuk, eh, ternyata ada yang manggil menyuruh saya untuk beli tiket dahulu. Di loket masuk saya membayar tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah.

Mangrove Suwung, Bali

Seperti wisata hutan mangrove pada umumnya, Mangrove Suwung menawarkan wisata keliling hutan lewat jembatan kayu yang dibangun di atas lumpur. Begitu masuk ke dalam, rasa kecewa mulai timbul. Bukan kecewa terhadap hutannya atau alamnya, tetapi pada fasilitas penunjangnya. Jembatan kayu yang seharusnya dibuat sedemikian rupa agar aman dan nyaman dilewati tidak dirawat dengan serius. Banyak jembatan yang sudah rapuh, bolong, miring, bahkan ada jalur yang ditutup karena jembatan sudah menyatu dengan lumpur.

Mangrove Suwung, Bali

Soal keindahannya tidak diragukan, hutan mangrove menyimpan pesona alam yang tak kalah dengan objek wisata pesisir seperti pantai. Pohon mangrovenya sangat padat. Binatang-binatang liar juga lumayan banyak dan mudah untuk ditemui. Waktu itu saya melihat berbagai jenis burung, kadal, dan bebek. Tidak kalah juga keragaman penghuni perairannya. Walaupun air di hutan mangrove tidak jernih, saya bisa melihat banyak ikan berenang bebas dan kepiting yang bertengger di akar-akar mangrove.

Hutan Mangrove Suwung, Bali
Mind blowing

Oh iya, merupakan hal yang lumrah kalau jalan-jalan di Indonesia kita bisa menemukan sampah yang berada tidak pada tempatnya. Di sini, saya terkaget-kaget melihat begitu banyaknya sampah berserakan di seluruh tempat. Sampah banyak mengambang di permukaan air, diantara akar-akar pohon, hingga pada dahan-dahan pohon! Sungguh luar biasa tempat ini, menakjubkan. Untungnya saya masih bisa menikmati suasana yang menurut saya sangat tenang walaupun berada di pusat perekonomian Bali.

Di dalam hutan benar-benar sepi tidak ada orang sama sekali. Terkadang saya merasa takut tiba-tiba dihadang begal buaya atau ular piton. Kalau benar terjadi, bagaimana saya minta tolong? Teriak pun belum tentu terdengar.

Mangrove Suwung, Bali

Ketika tiba di menara pandang, akhirnya ketemu dengan wisatawan lokal. Mereka tampaknya sudah selesai keliling hutan. Di menara pandang saya bisa naik sekitar 2 lantai untuk bisa melihat kawasan hutan mengrove dari atas. Pemandangannya cukup membuat mata ini hijau, pas untuk refreshing.

Sejauh dua kilometer saya sudah lalui, sampailah saya di ujung jembatan kayu. Di ujung hutan mangrove terdapat pondok yang lumayan lebar untuk bersantai melihat pemandangan Teluk Benoa. D ari sini saya bisa melihat dari jauh sibuknya kendaraan lalu-lalang di Tol Bali Mandara, pesawat landing dan take-off dari Ngurah Rai, dan juga bebek-bebek yang sedang mencari cacing di lumpur.

Saya pun membuka tas dan mengeluarkan perbekalan makan siang. Lain dengan adik saya, dia mengeluarkan jurus hengpong jadul cekrek-cekrek, berfoto ria dengan temannya.

Mangrove Suwung, Bali

Pondok di ujung hutan ini kondisinya cukup mengenaskan. Tampaknya pengunjung dipaksa bermain benteng takeshi, banyak kayu yang bolong yang langsung menuju lumpur kekelaman. Untung saja kursi panjang yang tersedia masih bisa diduduki. DI kursi panjang saya selonjoran sambil beristirahat sebentar, memejamkan mata, menikmati sejenak berkat Tuhan melalui alam. Ah, enak sekali bisa merasakan kedamaian alam tak jauh dari keramaian.

Hutan Mangrove Suwung menurut saya adalah suatu oasis ditengah pembangunan dan kesibukan dunia pariwisata di Bali. Ternyata tidak perlu bersusah payah atau membayar ongkos mahal untuk pergi jauh mencari tempat yang tenang.

Mangrove Suwung, Bali

Jika hutan mangrove ini digarap serius untuk pariwisata, pasti bisa berada dalam top list wisatawan yang berkunjung ke Bali. Bukan hanya untuk pariwisata, kelestarian alam juga ikut terjaga dan terbebas dari sampah. Mudah-mudahan jika memang nanti akan kembali dikembangkan, ketenangan dan kedamaian hutan ini juga tidak hilang begitu saja.

-The Spiffy Traveller-

Let’s Explore the Beauty of Indonesia!

Note: Hutan Mangrove Suwung saat ini ditutup total karena akan ada renovasi besar-besaran untuk dijadikan pusat edukasi dan wisata.

1 thought on “Bersantai di Hutan Mangrove Suwung Bali”

  1. Salah satu tujuan favorit saya kalau lagi di pesisir ya hutan mangrove, nyari alternatif jalan-jalan yang adem serta suasana yang tenang.

    Pada beberapa lokasi yang saya kunjungi, walaupun ada papan informasi mengenai spesies flora dan fauna di lokasi untuk mengedukasi pengunjung, tetap saja sesi foto-foto yang paling digemari 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s