Koala at Kenneth River
Australia, Beach, Melbourne, Travel

Kennett River dan Apollo Bay : Road Trip ke Grean Ocean Road (2)

Menikmati pemandangan pesisir selatan Australia selama perjalanan sungguh menyenangkan. Hingga tak terasa kami sudah sampai di tempat perhentian selanjutnya, Kennett River. Di nama tempat ini ada kata “River” tapi Kennett dikategorikan sebagai kota, walaupun ternyata kota ini kecil banget, lebih layak disebut sebagai desa. Kennet River berada di sebuah muara yang mengalir ke laut melewati pantai yang lumayan luas. Pantai ini juga terkenal untuk surfing karena ombak yang bagus.

Kennett River merupakan habitat asli koala. Jadi, koala-koala yang berkeliaran di sekitar sini memang asli dan bukan berasal dari tempat lain seperti kebun binatang. Mereka bergerak bebas di pepohonan eucalyptus di sekitar jalan Grey River Road, jalanan yang cukup panjang hingga menembus ke dalam hutan di belakang Kennett River, hutan ini juga tersambung dengan hutan Great Otway National Park.

Koala at Kenneth River
Koalanya ngumpet guys..

Tapi, tidak mudah untuk menemukannya, perlu kesabaran yang tinggi dalam mencarinya. Pohon eucalyptus daunnya lumayan lebat, juga berwarna sedikit keabuan, warna yang sama dengan bulu koala. Jika mereka sedang tidur atau tidak bergerak, perlu penglihatan ekstra agar bisa melihatnya.

Koala adalah binatang pemalas, mirip dengan kucing. Mereka menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk tidur saja, sisanya makan dan kawin. Beruntung waktu itu suasana lumayan ramai, jadi mudah untuk menemukan mereka. Tinggal mencari kerumunan wisatawan, pasti di situ ada koala.

Benar saja, saya bisa melihat seekor koala yang tampak sedang tidur di dahan pohon. Jaraknya cukup jauh dari jangkauan kamera biasa seperti kamera saya, untung saja lensanya masih bisa menjangkau si koala. Selain koala, di sini juga banyak burung-burung liar, salah satunya sejenis kakaktua. Mereka sudah sangat jinak dan berani dengan manusia.

Apollo Bay, Victoria

Tak lama kami berhenti di Kenneth River. Thomas mulai memanggil semua peserta tur, katanya kami harus cepat untuk mengejar waktu agar nanti pulang ke Melbourne tidak kemalaman. Namanya juga banyak orang, jadi masih ada saja peserta yang “menghilang” tak tau ke mana. Mungkin saja mereka penasaran untuk menemui koala lain lagi atau sekadar membeli snack di warung toko.

Setelah kami semua terkumpul, Thomas segera memacu bisnya. Masih ada perhentian ketiga yang tak jauh dari sini. Nama tempat itu adalah Apollo Bay, sebuah kota pesisir kecil yang ramai dengan wisatawan, juga restoran-restoran dengan view lautnya. Di sini kami disuruh cari makan siang sendiri. Sebenarnya ada restoran yang sudah kerjasama dengan perusahaan tur, tapi katanya jika tidak suka bisa pergi cari yang lain.

Apollo Bay, Victoria

Apollo Bay waktu itu ramai sekali. Namun bukan ramai oleh warganya sendiri, tapi oleh wisatawan yang datang mampir dalam perjalanan menuju Twelve Apostles atau Adelaide, ibu kota Australia Selatan. Saya yang tidak bisa membedakan mana warga setempat dengan wisatawan jadi berpikir jika sedang tidak musim liburan, kota ini pasti akan sangat sepi. Sayang waktu di sana saya tidak berkesempatan untuk melihat ke daerah pemukimannya.

Apollo Bay, Victoria
Suasana kota yang ramai oleh wisatawan

Pantainya juga tak luput dari serbuan wisatawan. Banyak yang berjemur dan bersantai sembari berfoto-foto. Kalau di pantai, mungkin saya bisa membedakan mana wisatawan dan warga setempat. Biasanya wisatawan tidak berenang, itu akan sangat melelahkan dan waktu yang dimiliki sangat terbatas. Wisatawan yang ikut one day trip pasti skip berenang dan hanya akan foto-foto saja.

Apollo Bay, Victoria
Pantai kota Apollo Bay

Namanya juga wanita, ibu dan kakak saya setelah makan siang bukannya jalan-jalan tapi malah mampir ke thrift shop alias toko barang bekas. Memang sih, tokonya kebetulan ada di dekat bis kami parkir. Toko barang bekas di Australia tidak sembarangan, barang-barangnya kebanyakan masih bagus. Eh, setelah dari situ bukannya jalan ke pantai tapi lanjut ke toko sebelahnya yang jualan oleh-oleh..

Sudah saatnya kami berkumpul kembali untuk melanjutkan perjalanan. Apollo Bay tidak terlalu menarik dan berkesan. Tapi lumayan asik untuk menambah cerita dalam perjalanan. Apollo Bay ini juga adalah kota terakhir yang besar sebelum memasuki beberapa taman nasional termasuk kawasan di mana ada Twelve Apostles.

Kata Thomas, kami akan berhenti sekali lagi di Great Otway National Park yang terkenal menjadi rumah dari pohon-pohon eucalyptus yang termasuk dalam jajaran pohon tertinggi di dunia. Ok, jadi kami akan meninggalkan sebentar kawasan pesisir laut menuju hutan belantara!

Let’s Explore the World!

-The Spiffy Traveler-

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s