Great Otway National Park
Australia, Roadtrip, Travel

Great Otway National Park: Road Trip ke Grean Ocean Road (3)

Pemandangan dari jendela bus mulai berubah, dari pantai menjadi pepohonan rindang. Kami mulai menjauhi pantai dan masuk ke dalam kawasan hutan yaitu Great Otway National Park. Sebelumnya mata kesilauan memandang panasnya pantai, sekarang menjadi teduh. Ada yang berbeda kali ini, hutan yang kami lewati unik, pohon-pohonnya sangat tinggi menjulang, bagaikan berada dalam suatu ceruk yang dikeliling tembok raksasa. 

Mobil pun berbelok ke tempat parkir di mana kami akan memulai trek singkat ke dalam hutan. Nama tempat perhentian kami ini adalah Mait’s Rest Rainforest Walk. Tempat ini populer bagi para roadtriper sebagai tempat wisata sebelum menuju Twelve Apostles. Ketika saya turun dari mobil, tepat di sebelahnya ada pohon yang sangat besar dan tinggi. Lebarnya hampir mengalahkan mobil yang saya tumpangi. Yup, ini membuat saya semakin penasaran untuk masuk ke dalam hutan.

Great Otway National Park

Hutan di sini berupa hutan semi tropis, lumayan lembab karena dinaungi pohon tinggi, tapi suhunya dingin. Menurut saya ini unik, lokasinya yang berada di dekat laut tidak mempengaruhi suhu di dalam hutan, padahal waktu itu musim panas yang terik. Mungkin hal itu disebabkan oleh tutupan pohon yang sangat rimbun sehingga angin laut yang dingin tidak bisa masuk.

Di antara pepohonan banyak sekali pohon paku dan pakis. Di lantai hutan dan batang pohon banyak ditumbuhi lumut. Jenis lumutnya adalah Epiphytes, mereka hidupnya menumpang di batang pohon untuk mencari sinar matahari. Yup, saking tinggi pepohonannya, di bagian bawah hutan bisa dibilang hampir tidak terkena matahari!

Great Otway National Park
Gede banget ini pohon!

Bila dibandingkan dengan hutan hujan di daerah tropis, hutan ini tidak padat dan bersemak. Jika mau, saya bisa berjalan masuk ke hutan keluar dari jalur trek tanpa alat bantu apapun, hal itu tentu mustahil dilakukan pada hutan tropis di Indonesia yang tumbuhannya sangat padat. Tapi siapa sih yang mau kelayapan masuk ke hutan? 

Great Otway National Park ternyata termasuk taman nasional yang masih baru, diresmikan pada tahun 2005. Cuman, bagian hutan yang saya kunjungi ini yaitu Mait’s Rest diresmikan dari tahun 1993 dan katanya sudah dilindungi sejak awal masa kolonial. Jadi pohon-pohon di sini memang sudah ada dari sananya alias sejak ada benua Australia. Salah satu pohon tertua di sini adalah Myrtle Beech tree, konon umurnya sudah 300 tahun!

Bukan hanya tinggi, tapi mereka juga sangat besar dan lebar. Ada satu pohon unik yang saking lebarnya bisa membentuk seperti goa yang bisa dimasuki hingga 4 orang! Pohon itulah yang menjadi daya tarik di trek ini dan spot foto yang cukup diminati karena harus mengantri. Oh ya, selain jenis Myrtle, ada juga pohon Eucalyptus. Kalau ini pohonnya lebih ramping, tapi tingginya bisa mencapai 100 meter, jauh mengalahkan Mrytle Beech. Eucalyptus masuk posisi atas pohon tertinggi di dunia setelah pohon Sequoia di California, Amerika Serikat.

Great Otway National Park, Australia

Mait’s Rest Rainforest Walk bagi saya sungguh ajaib. Pohon-pohonya luar biasa tinggi dan besar. Seumur hidup, baru kali ini saya melihat langsung pohon raksasa. Berjalan diantaranya merupakan kesan tersendiri. Rata-rata tinggi pohon di sini adalah sekitar 30-40 meter, bayangkan, berdiri di bawahnya bagaikan berada di antara pencakar langit alami.

Great Otway National Park, Australia
Enter a caption

Ternyata Thomas memiliki pengetahuan yang baik tentang hutan dan pohon di sini. Walaupun banyak terdapat papan informasi, dia tetap menjelaskan kepada para tamu (ya namanya juga guide, duh!). Tahu tidak bedanya guide di sini sama di Indonesia? Guide di sini masuk ke hutan, menemani wisatawan, dan menjelaskan cerita full tentang sejarah dan sains, coba kalau di Indonesia misalnya, “dulu di sini tempat orang semedi”, “kalau masuk hutan harus pakai pakaian ini”, atau “kalo ke sini ga boleh sendirian” hahaha

Great Otway National Park, Australia
Mami, saya, dan kakak

Ada cerita menarik yang terjadi di sini, sekaligus kisah yang paling saya ingat. Ketika sibuk memfoto pohon, pandangan saya tiba-tiba tertuju pada sosok perempuan cantik. Wajahnya khas Amerika Latin, sosoknya tampak familiar, seperti penah bertemu di waktu sebelumnya. Benar saja, ternyata dia pernah duduk di depan saya di dalam kapal menuju Great Barrier Reef. Sungguh saya tak menyangka bisa bertemu dengannya lagi. Dia bersama keluarganya saat itu juga mengikuti tur Great Ocean Road, hanya berbeda tour organizer. Luckily, dia tersenyum ke saya. Apakah dia ingat atau dia memang ramah saja? Tanyakan saja pada eucalyptus yang bergoyang diterpa angin.

Kok ga kenalan aja? Gile, gue ngomong ke cewe Indonesia aja bisa gagap apalagi ini ke cewe latina yang belom tentu bisa bahasa inggris…(introvert problem)

((Ini kenapa jadi gini ceritanya yak))

Oke balik ke cerita,

Tak terasa sudah hampir satu jam mengelilingi ‘pencakar langit’. Jalurnya pendek sebenarnya, hanya sekitar satu kilometer, tapi karena asik jadi berasa sebentar saja. Kami pun kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan lagi menuju perhentian selanjutnya sebelum sampai di tujuan akhir, Twelve Apostles.

Let’s Explore the World!

-The Spiffy Traveler-

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s